Review-Di-Balik-Tirai-Aroma-Karsa
BUKU,REVIEW

Di Balik Tirai Aroma Karsa: Menghidu Dapur Kreatif Dee Lestari

Judul buku         : Di Balik Tirai Aroma Karsa

Penulis                : Dee Lestari

Penyunting         : Dewi Fita, Dewiberta

Penerbit              : Penerbit Bentang

Cetakan               : Pertama, Juni 2019

Halaman             : 311 halaman

ISBN                    : 978-602-291-518-8

 

‘Di Balik Tirai Aroma Karsa’ adalah buku nonfiksi pertama Dee Lestari yang sebelumnya sudah terlebih dahulu diluncurkan dalam bentuk digital pada Agustus 2018. Sebagaimana Aroma Karsa yang juga diawali peluncurannya dalam format cerbung di platform Booklife.

Kita boleh berbahagia, karena dalam buku ini Dee akan membeberkan isi dapurnya selama proses mengandung sampai melahirkan karya kreatif atau Dee biasa menyebutnya ‘anak jiwa’. Saya yakin banyak pembaca yang penasaran, bagaimana cara Dee menciptakan semesta tulisan yang begitu memikat. Dan pasti banyak juga penulis atau calon penulis yang ingin mengetahui kiat menulis dari seorang Dee Lestari.

Dee yang memang sudah berkeinginan menulis buku tentang kepenulisan dan proses kreatif, mendokumentasikan lahirnya Aroma Karsa dengan rapi, mulai dari riset, perjalanan menulis, keputusan kreatif, sampai proses pasca penulisan.

 

Di-Balik-Tirai-Aroma-Karsa-Dee-Lestari

 

Wanita multi talenta yang berusia 44 tahun pada 20 Januari lalu ini membuka perjalanan Di Balik Tirai Aroma Karsa dengan ceritanya mengenai Panggilan Terkuat yang akan dieksekusi menjadi calon buku terbarunya, sehingga terpilihlah tema aroma yang kemudian menjadi novel Aroma Karsa.

Hal berikutnya adalah perjalanan riset Dee yang menurut saya lumayan ‘Gila’ dan membuat saya semakin kagum serta menaruh hormat pada para penulis pada umumnya dan pada Dee Lestari khususnya.

Daftar pustaka jadi hal wajib pertama yang dilakukan setiap penulis dalam rangka riset untuk kebutuhan karyanya. Puluhan judul buku baik fiksi maupun nonfiksi mengenai indera penciuman, parfum, tanaman anggrek, perihal dekomposisi, dan hal lainnya yang sekiranya dibutuhkan, telah Dee lahap habis.

 

Bantar Gebang, Pabrik Mustika Ratu, dan Gunung Lawu adalah beberapa tempat yang Dee datangi untuk kebutuhan penulisan. Bahkan kursus singkat meracik parfum di Singapura pun ia lakoni demi memahami karakter Jati dan Suma.

 

 

Setidaknya ahli epigrafi, ketua program studi sastra jawa, kolektor anggrek yang juga florist professional, pembalap, sampai kuncen Gunung Lawu, adalah orang-orang yang Dee temui dalam proses riset buku Aroma Karsa. Tentunya banyak hal menarik dari pertemuan-pertemuan tersebut yang Dee ceritakan di buku ini.

 

Bagi yang sudah membaca Aroma Karsa, pasti mahfum betapa memikatnya cerita dalam buku ini. Sehingganya 700an halaman tidak terasa tebal dan melelahkan ketika membacanya. Semuanya mengalir dan membuat kecanduan sampai akhir. Hal itu tentunya tidak terlepas dari kemampuan menulis Dee yang mumpuni.

Buku ini pun mendedahkan metodologi menulis Dee yang menopang kreatifitasnya. Juga proses dan keputusan kreatif yang Dee ambil, mengapa dan apa dampaknya dalam perkembangan cerita, Dee menerangkannya dalam buku ini.

 

Ada satu jurus yang Dee singkapkan dalam buku ini yaitu, Tabel Perspekstif.

“Menulis Aroma Karsa mengajarkan saya pentingnya pemilahan tiga perspektif. Perspektif narator, perspektif pembaca, dan perspektif karakter.

Masing-masing karakter punya pengetahuan yang berbeda atas cerita. Karakter bisa jadi menyimpan pengetahuan yang tidak diketahui oleh pembaca, dan pengungkapannya bergantung kapan narator ‘memerintahkan’si karakter untuk buka kartu.” (Hal. 99)

 

Menurut Dee, “Fiksi dapat fantastis sejadi-jadinya, merengkuh spekulasi masa depan yang paling muskil dan merangkul masa lalu yang tidak pernah terjadi. Namun, gerbong kereta peristiwa yang disaksikan pembaca harus tersusun dalam rangkaian sebab-akibat yang masuk akal.” (hal. 101-102)

Saya tidak heran banyak yang jatuh cinta pada tokoh Jati Wesi, pun Arya Jayadi. Tak sedikit pula yang kagum pada Tanaya Suma serta Raras Prayagung. Bagaimana Dee membangun karakter yang memikat dan membuat pembaca berpihak, Dee jelaskan juga di sini.

 

 

Tak hanya mengenai perjalanan menulis saja, Dee juga mengajak kita melihat lebih dalam proses kreatif lainnya yang menunjang lahirnya sebuah karya. Salah satunya urusan artistik, yaitu setting dan sampul. Keseruan diskusi Dee dengan ilustrator demi memvisualisasikan isi cerita ke dalam bentuk ilustrasi, hingga lahirnya ‘Guratan Sang Maestro’ Dee Lestari, sangat seru untuk disimak.

 

Berbagai kendala saat menulis dan cara Dee mengatasinya, proses penyuntingan, pelik dan menantangnya ‘melahirkan’ Aroma Karsa dalam 2 format serta platform yang berbeda, keseruan ajaib yang terjadi di Digitribe, sampai proses promosi, semunya lengkap terangkum dalam buku ini.

Untuk isi bukunya sendiri tidak ada perbedaan dari versi digitalnya yang sudah lebih dulu diluncurkan. Dan meskipun ini buku nonfiksi, tapi kepiawaian Dee dalam merajut kata sudah tidak diragukan lagi, sehingganya membaca buku setebal 300an halaman ini pun tidak akan terasa membosankan. Ditambah lebih dari 200 foto dan ilustrasi yang membuat buku ini semakin menarik.

 

Buku ini mampu menjawab rasa penasaran kebanyakan pembaca mengenai alasan Dee memilih tema aroma di novel terbarunya, serta keputusan lainnya seperti mengapa meluncurkan dalam bentuk cerbung digital. Menjelaskan dengan rinci mulai dari riset, proses menulis, sampai promosi yang dilakukan Dee Lestari dan tim.

Buku ini sangat cocok dibaca oleh siapa pun. Banyak pelajaran dan pengetahuan baru mengenai menulis yang sangat berguna bagi yang hobi menulis atau yang sudah berprofesi sebagai penulis. Dan bahkan pembaca yang hanya penasaran dengan proses lahirnya sebuah karya kreatif pun, akan sangat menyenangkan membaca buku ini.

 

 

Anda mungkin juga suka...

36 Komentar

  1. Saya juga kebetulan mengkoleksi buku-bukunya mbak Dee Lestari, sangat menginspirasi banget deh 🙂

    1. Asikk
      Se-geng kita
      Toss dulu hehe

  2. Selalu kepo yang karya Dee Lestari, antimainstream … Wajib baca sepertinya…

    1. Banget
      Salah satu penulis terbaik di Indonesia

  3. Cukup Menarik ulasannya,
    Buku “Di Balik Tirai Aroma Karsa”, cukup tebal ya ternyata, semoga semakin banyak masyarakat kita yg hobi baca agar menjadi masyarakat berwawasan luas, terimakasih ulasanya Mbak.

    1. Iya ternyata lumayan tebel
      Pertama baca versi cerbung digital
      Gak ngeh berapa halaman hehe
      Aamiinn
      Semoga minat baca masyarakat makin meningkat

  4. Saya salut sangat dengan penulis yang melakukan riset mendalam untuk tokohnya walaupun itu fiksi. Setuju banget, jika orang akan ikut terbawa jika pembaca benar-benar merasakan kalau si tokoh itu terlihat nyata. Jadi, pengen membaca buku ini juga buat bahan belajar ☺.

    1. bagus banget Mbak
      Cocok dibaca untuk yg hobi menulis atau yg berprofesi sebagai penulis

  5. betul setuju sekali bahwa fiksi bisa sejadi-jadinya sesuka kita menyusun cerita namun harus tetap ada kaitannya sebab akibat, kadang saya suka baca cerita fiksi yang suka ga nyambung. ini dari judul bukunya menarik banget mba aku pengen baca jadinya

    1. Iya Mbak
      Kalo gak nyambung, kita bacanya kan jadi aneh
      Gak enak yah hehe

  6. wah mbak ratu saya jadi penasran sama isi bukunya mbak dewi lestari ya. selalu menarik pastinya, itu tabelnya menjadi nilai plus banget, kaynaya ga ada buku yg menyediakan tabel dilipet2 gitu ya

    1. Iya Mbak
      Saya baru nemu ilmu tabel ini hehe
      Bagus banget isinya

  7. estelita zainal says:

    Review bukunya menarik sekali, bikin jadi kepingin buru-buru baca. Saya selalu kagum pada Dee Lestari yang mau melakukan riset mendalam sebelum menulis bukunya.

    1. Hayuk buruan baca Mbak
      Biar gak penisirin hehe

  8. Saya juga penasaran sama isi bukunya aroma karsa ini. Sepengetahuan saya risetnya sampai berbulan-bulan. Salah satu penulis favorit saya, ya, Mbak Dee Lestari. Ternyata beliau punya 3 persfektif ketika menulis sebuah karya. Trims sharingnya Mbak Ratu

    1. Kalo gak salah risetnya hampir setahun Mbak
      Sama-sama Mbak Lia

  9. Ita says:

    Penasaran beneran saya mba, sama bukunya. Penulis kece seperti DEE ini ternyata totalitas banget risetnya sebelum menulis. Asli ulasannya bagus. Trims sharingnya, mba

    1. Harus baca deh Mbak
      bagus isinya
      Banyak ilmu

  10. Oh begitu ya Mbak. Sy belum pernah dengar sebelumnya mengenai buku ini. Versi digital ya juga belum. Makasih sudah kasih infonya, ini penting utk para penulis ya Mbak, bukunya menarik dan menambah ilmu utk para penulis.

    1. Kembali kasih Mbak
      Betul banget
      Salah satu buku yg harus dibaca

  11. Mupeng bukunya…. Bagus banget isinya buat penulis awam seperti saya. Dee lestari memang keren. Bahkan hunting untuk tokoh ceritanya saja seserius itu ya. Perlu dicontoh nih, untuk mendalami karakter.

  12. Fenni Bungsu says:

    Amanat dari bukunya mantap banget ini, perlu dimiliki dan dipelajari. Belum baca sih daku bukunya Dee ini.

  13. udah lama pengen punya mbak belum kesampaian baca postingan ini bener-bener deh harus punya ….

  14. Saya belum pernah baca buku Dee Lestari. 🙈
    Setelah baca review ini, jadi penasaran bgt
    Terlebih, bisa belajar nulis buat pemula seperti saya.

  15. Aku kadi penasaran mau punya bukunya. Senoga bisa dipesan online. makasih informasinya mbak.

  16. Wow makasih infonya mbak. Dee memang pontas jadi ibu suri.

  17. Saya udah lamaaaa banget nggak baca novel. Pertama kali lihat buku ini, saya kira ini novel lain yang ditulis Dee. Ternyata bukan. Buku ini justru menjabarkan bagaimana pembuatan novelnya.

    Saya pernah datang dalam seminarnya beliau. Secara garis besar, apa yang mbak tuliskan di sini pernah disampaikan Dee dalam seminar itu. Tapi pasti super detailnya ada di buku ini ya.

  18. Dee melakukab riset totalitas yah. Tebel juga bukunya. Pinisirin juga nih

  19. Buku karya Dee Lestari banyak yang bikin kagum ya mbak, aku suka baca buku karya beliau 🙂

  20. Aku penyuka tulisannya tapi baru kali ini diulas perjalanan dari alasan tulisan pada naskahnya keren mbak

  21. Aku ketinggalan nih karena belum baca Aroma Karsa. Tapi apapun itu, aku selalu suka jika ada buku behind the scene sebuah proses penulisan novel atau karya sastra lainnya. Kita jadi bisa banyak balejar dari situ

  22. Beginilah seharusnya seorang penulis. Berani menulis dengan tema berisi, tapi memang melalui perjuangan berat dengan riset, baik buku, mewawancarai narasumber jarak jauh maupun datang langsung, sampai ikut terjun meracik wewangian. Totalitasnya patut diapreasiasi. Buat mengikuti, boleh juga. Tapi aku masih jauh. Semoga bisa seperti Dee.

  23. Ulasannya menarik mba…jadi mupeng nih sama bukunya. 😊😊😊
    Saya suka sama penulis yang melakukan riset terlebih dahulu sebelum menulis…jempol buat Mba Dee…

  24. Wah, ulasan yang kereen banget. Detil dan lengkap ya mbak. Mungkin penulis pemula harus baca buku Dee ini agar lebih paham bagaimana proses sebuah karya dihasilkan

  25. Wah mantap jiwa ya “persiapannya” maka tidak heran kalau kemudian hasilnya betul-betul luar biasa. Yang patut dicontoh adalah totalitas Dee dalam tiap karyanya. Keren banget deh pokoknya… duh jadi berasa bukan apa-apa di hadapannya

    1. Iyess
      Keren banget sih menurut saya Si Dee Lestari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *